

Siswa-siswi Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School (IBS) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2026. Kompetisi riset dan proyek ilmiah bergengsi ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah, kreativitas, serta inovasi dalam berbagai bidang sains, teknologi, dan seni berbasis keilmuan.
ISPO merupakan ajang nasional yang mendorong siswa untuk menuangkan gagasan ilmiah melalui riset terstruktur, analisis data, serta penyajian solusi atas berbagai permasalahan nyata. Keikutsertaan Cahaya Rancamaya IBS dalam ISPO 2026 menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam menumbuhkan budaya riset, pembelajaran berbasis proyek, dan penguatan karakter akademik sejak dini.
Pada penyelenggaraan ISPO 2026, delegasi Cahaya Rancamaya IBS berhasil meraih sejumlah penghargaan di berbagai kategori. Pada kategori Environment, Esad Bayram Arivamurti (kelas 11 UMelbourne) dan Emir Maulana Musthofa (kelas 11 UMelbourne) berhasil meraih Bronze Medal melalui proyek yang mengangkat isu lingkungan dan solusi berkelanjutan.
Sementara itu, pada kategori Physics, Valkean Ikram Permana (kelas 11 Stanford) dan Nadhim Muhammad Sulthan Sabhir (kelas 11 Stanford) berhasil meraih Silver Medal, sebuah pencapaian yang menunjukkan penguasaan konsep fisika, ketepatan metode penelitian, serta kemampuan analisis ilmiah yang kuat.
Prestasi membanggakan juga diraih pada kategori Drawing dengan penghargaan Best Poster, yang diraih oleh Kenzie Ali Natapura (kelas 8 Madinah) dan M. Fahrianoor (kelas 8 Al-Azhar). Karya yang ditampilkan dinilai mampu menyampaikan pesan ilmiah secara kreatif, komunikatif, dan menarik melalui visual yang kuat.
Selain perolehan medali, sejumlah siswa Cahaya Rancamaya IBS juga berhasil meraih Honorable Mention di berbagai kategori. Azmi Bahruddin Prasetya (kelas 9 NUS) memperoleh Honorable Mention pada kategori Biology, sementara Fabyan Al Ghiffari Wibowo (kelas 9 NUS) meraih Honorable Mention pada kategori Chemistry. Pada kategori Computer, Danish Albaihaqqi Harset (kelas 7 Monash) dan Muhammad Hanif Anwari (kelas 7 Monash) juga berhasil meraih Honorable Mention melalui proyek berbasis teknologi dan komputasi.
Capaian ini mencerminkan kerja keras siswa, bimbingan intensif dari para guru pembimbing, serta dukungan penuh sekolah dalam mengembangkan potensi akademik dan minat riset peserta didik. Keikutsertaan dalam ISPO 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran bermakna yang melatih kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi ilmiah, dan pemecahan masalah.
Prestasi yang diraih siswa-siswi Cahaya Rancamaya IBS di ISPO 2026 semakin menegaskan komitmen sekolah dalam mencetak generasi pembelajar yang unggul, inovatif, dan berdaya saing. Diharapkan, capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik untuk terus mengembangkan potensi, semangat riset, serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan demi masa depan yang lebih baik.


